Navigasi ke Atas
Masuk

WARISAN MSD

WARISAN
The module 1.4.1
The module 1.4.2

Dr Maurice R. Hilleman, Pelopor Vaksin yang Terlupakan

Tahukah Anda siapa penemu vaksin yang direkomendasikan secara rutin diberikan untuk anak? Dr Maurice R. Hilleman yang bekerja di MSD selama 47 tahun adalah salah satunya. Pelopor vaksin MSD ini semasa hidupnya (30 Agustus 1919 - 11 April 2005) telah mengembangkan lebih dari 30 vaksin, termasuk 8 vaksin untuk anak seperti vaksin untuk campak, gondok, hepatitis A, hepatitis B, cacar, meningitis, radang paru-paru, dan bakteri Haemophilus influenza.

New York Times mencatat prestasi Dr Hilleman telah menyelamatkan lebih banyak nyawa manusia daripada ilmuwan lainnya di abad ke-20. Washington Post mencatat, vaksin campaknya saja diperkirakan mencegah kematian 1 juta orang setiap tahun.

Dr Hilleman muda yang hanya ingin menjadi manajer di toko JC Penney, terbukti menjadi ilmuwan besar dan mendapat penghargaan dari pemerintah AS dan dunia internasioal, termasuk Special Lifetime Acievement Award dari WHO. Memulai karir di MSD sebagai kepala departemen penelitian virus dan sel biologi di West Point, Pennsylvania tahun 1957, Dr Hilleman dikenal totalitasnya dalam bekerja.

Suatu hari putri Dr Hilleman, Jeryl Lynn (5 tahun) terserang penyakit gondok, yang dapat menyebabkan ketulian dan cacat permanen. Passion yang tinggi dalam bekerja menggerakkan Dr Hilleman bolak-balik ke laboratorium untuk mengambil dan menyimpan kultur dari tenggorokan putrinya, meski pada larut malam tepat menjelang kepergiannya ke luar negeri. Sampel dari Jeryl Lynn inilah yang kemudian dikembangkan Dr Hilleman menjadi vaksin MMR (Measles, Mumps and Rubela). Kini, sekitar 95% anak AS menerima vaksin MMR. Ikatan Dokter Anak Indonesia juga merekomendasikan pemberian vaksin tersebut pada bayi.

Dr Hilleman pensiun pada umur 65 tahun sebagai senior vice president di MSD Research Labs tahun 1984. Kemudian ia menghabiskan masa senjanya sebagai pengarah Institute MSD untuk Vaksinologi hingga 20 tahun kemudian.

Tahun 1998, jurnal medis Inggris terkemuka The Lancet mempublikasikan hasil penelitian Dr Andrew Wakefield bahwa vaksin MMR menyebabkan wabah penyakit autis. Namun kemudian banyak penelitian independen yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin MMR dan autis. Penelitian Dr Wakefield pun ditarik dan izin prakteknya juga ditarik oleh otoritas medis Inggris tahun 2010. Namun demikian, tindakan tersebut sangat terlambat karena banyak orangtua sudah memahami secara salah dan menghindarkan vaksin tersebut dari anak-anaknya. Sehingga pada tahun 2011 saja wabah cacar di Eropa telah mengenai 26 ribu orang dan menyebabkan kematian 9 orang.

Direktur Institut Nasional untuk Allergi dan Penyakit Menular AS Dr Anthony S. Fauci mengakui, “Satu saja dari prestasinya sudah cukup untuk membuat karir ilmiah yang cemerlang. Satu hal yang bisa saya sampaikan tanpa berlebihan, Maurice telah mengubah dunia dengan kontribusi yang luar biasa dalam banyak disiplin: virology, epidemologi, imunologi, penelitian kanker dan vaksinologi.” Namun, menurut teman lama Dr Hilleman ini, “Di antara ilmuwan, Maurice adalah legenda. Akan tetapi di kalangan masyarakat umum, dia tidak dikenal.”

The module 1.4.4